Jumat, 25 Juni 2010

Kerja adalah Ibadah

Selama di dunia, mau tak mau kita harus berusaha terlebih dahulu untuk memperoleh kebutuhan hidup. kita tidak boleh berpangku tangan saja sembari mengharap belas kasihan orang lain. Dalam islam, orang yang memberi lebih terhormat daripada orang yang menerima. Seorang mukmin yang tegar dan mampu mandiri lebih utama daripada seorang mukmin yang lemah dan selalu menggantungkan nasibnya kepada orang lain.

Anggapan bahwa islam adalah ajaran yang cenderung mengajak orang bermalas-malasan adalah anggapan yang salah. Justru islam melalui al-Qur'an dan hadis-hadis memotivasi umatnya agar menjadi manusia pekerja keras dan pantang menerima belas kasih orang lain. Sejarah menyebutkan bahwa para nabi dan rasul aktif bekerja. Ada yang menjadi petani, pengembala, tukang kayu dan beragam profesi lainnya. Tokoh-tokoh penyebar agama islam di Indonesia pun adalah ulama-ulama yang ulet berniaga di samping kegigihan mereka berdakwah.

Bekerja bisa bernilai ibadah dan bahkan pahalanya melebihi ibadah-ibadah sunnah apabila didasari dengan niat baik serta dilakukan sesuai syari'at. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui pola kerja sesuai tuntunan Rasulullah Saw. Dengan bekerja secara benar, niscaya kita mendapatkan keuntungan ganda, materi dunia dan pahala di akhirat. Ibarat sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Mari kita simak penuturan al-Imam Habib Abdullah bin Husein bin Thahir al-'Alawi tentang cara bekerja yang baik dan berkah berikut ini,

"Ketika kalian hendak memasuki dunia kerja, persiapkanlah niat-niat yang baik terlebih dahulu. Mencari rejeki yang halal adalah wajib bagi setiap insan muslim. Untuk itu, niatkanlah di dalam hati bahwa tujuan kalian bekerja adalah untuk mendapatkan rejeki halal yang dapat menunjang kehidupan agama kalian, menjaga martabat kalian serta keluarga kalian agar tidak meminta-minta kepada orang lain juga untuk menghindarkan diri kalian dari sikap ingin memiliki hak-hak orang lain.

Akan tetapi, di tengah-tengah kesibukan kerja, janganlah kalian melalaikan urusan akhirat. Luangkan waktu untuk mempelajari ilmu syari'at yang diwajibkan kepada kalian, laksanakan salat lima waktu dengan berjama'ah, jagalah keistiqamaan kalian dalam membaca wirid-wirid.

Allah Swt berfirman,
رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ

'Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.'

Selanjutnya Allah Swt mengingatkan,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.

Pelajarilah ilmu yang berkaitan dengan bidang kerja kalian, agar kalian dapat mengambil sikap yang benar dan tidak merugikan orang lain. Sehingga kalian selamat dari perbuatan dosa dan maksiat.

Hindarilah cara kerja yang tidak benar dan menyalahi aturan syari'at. Sebab harta yang dihasilkan dengan cara tersebut adalah haram. Harta haram hakikatnya menjijikkan dan akan lenyap dari tangan pemiliknya dengan cepat. Hal itu telah terbukti dan pasti akan dirasakan oleh mereka yang melakukannya.

Sesungguhnya ibadah yang dilaksanakan oleh orang yang memakan barang haram atau memakai baju yang haram takkan diterima oleh Allah Swt. Penyusun Zubad menggambarkan,

' Dan ketaatan dari seseorang yang memakan barang haram,

Adalah semisal bangunan yang didirikan diatas ombak lautan.

Dalam hadis disebutkan bahwa orang yang memakan barang haram, maka sekujur tubuhnya akan mengerjakan kemaksiatan, baik ia menghendakinya ataupun tidak. Sebuah kata bijak berbunyi, "Makanlah semua yang kalian inginkan, niscaya seperti jenis makanan kalian itulah bentuk amal perbuatan kalian."

Kemudian manakala kalian dikarunia harta yang halal, pergunakanlah dengan tata cara dan niat yang baik. Makanlah secukupnya dan jangan sampai terlalu kenyang. Sebab perut yang dipenuhi dengan makanan sekalipun halal akan menjadi pemicu perbuatan-perbuatan nista. Bisa dibayangkan, bagaimana jika dipenuhi dengan makanan yang haram.

Rasulullah Saw mewartakan, "Tiada wadah yang penuh yang lebih jelek daripada perut. Sebenarnya cukup bagi manusia beberapa suap makanan untuk menegakkan tubuhnya. Jika memang menghendaki lebih, maka yang layak adalah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiganya lagi untuk minum, dan sepertiga yang terakhir untuk nafasnya." Disebutkan pula bahwa kebanyakan penyakit penyebabnya adalah kekenyangan perut.

Ketahuilah, sesungguhnya harta yang sedikit namun halal lebih baik dan lebih mendatangkan berkah daripada harta melimpah namun haram atau syubhat.

Apabila kalian telah mendapatkan rejeki yang sekiranya mencukupi kebutuhan kalian di waktu itu , maka qana'ah (merasa cukup)-lah dengannya lalu bersyukurlah kepada Allah serta jangan mengharapkan yang berlebihan untuk masa yang akan datang.

Janganlah kalian bersikap tamak dan selalu mengharap lebih, sehingga tubuh dan hatimu akan kecapaian karenanya. Asal tahu saja, sesungguhnya takkan sampai kepada kalian kecuali rejeki yang telah ditakdirkan untuk kalian.

Ketahuilah, sesungguhnya nikmat-nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kalian yang bukan berupa harta benda jauh lebih besar daripada kenikmatan yang berupa harta benda.

Hati-hatilah, jangan pernah menipu, berkhianat ataupun berbohong dalam setiap pekerjaan kalian. Karena semua tindakan itu memancing amarah Allah Swt dan menghapus keberkahan dari jerih payah kalian. Dasarilah segala urusan pekerjaan kalian dengan sikap jujur dan nasihah. Keluarkan semua hak yang diwajibkan dalam harta kalian seperti zakat, pelunasan utang, serta nafkah-nafkah yang wajib dengan senang hati dan lapang dada."

Dalam nasehat-nasehatnya di atas, Habib Abdullah bin Husein bin Thahir menekankan bahwa tujuan bekerja adalah untuk mendapatkan rejeki dari Allah Swt yang bisa mencukupi kebutuhan keseharian kita dan bukan untuk mencari kekayaan. Adapun yang kita ketahui sekarang ini, orang-orang bekerja untuk menumpuk kekayaan. Sehingga tindakan saling tipu, saling khianat dan trik-trik kotor lainnya mewarnai dunia usaha kita.

 Sumber Majlis Ta'lim Wad Da'wah Lil Ustadz Al Habib Sholeh bin Ahmad bin Salim

Jumat, 23 April 2010

Kuatkan IMAN

assallamualaikum wr wb

Bertaqwalah kepada Allah karena itu adalah kumpulan segala kebaikan, dan berjihadlah di jalan Allah karena itu adalah kerahiban kaum muslimin, dan berzikirlah kepada Allah serta membaca kitabNya karena itu adalah cahaya bagimu di dunia dan ketinggian sebutan bagimu di langit. Kuncilah lidah kecuali untuk segala hal yang baik. Dengan demikian kamu dapat mengalahkan setan. (HR. Ath-Thabrani)

Dari Abu Musa Al Asy’ariy ra dari Nabi Muhammad saw bersabda: “Orang mukmin itu bagi mukmin lainnya seperti bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Kemudian Nabi Muhammad menggabungkan jari-jari tangannya. Ketika itu Nabi Muhammad duduk, tiba-tiba datang seorang lelaki yang meminta bantuan. Nabi hadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda: Tolonglah! maka kamu mendapatkan pahala, dan Allah putuskan lewat lesan Nabi-Nya apa yang dikehendaki.” (Imam Bukhari, Muslim, dan An Nasa’i).

Rabu, 06 Januari 2010

sedekah sek

Seks atau senggama tidak hanya aktifitas fisik semata, seks adalah suatu kegiatan yang sifatnya sosial. Tidak ada objek dalam berhubungan seks, kedua pasangan memiliki hak untuk dipuaskan dan memuaskan pasangannya. Oleh karena itu, tidak pantas bagi kedua pasangan yang mengeluarkan istilah “kalah” dalam berhubungan seks. Hubungan seks bukan ajang untuk saling mengalahkan atau berlomba siapa yang orgasme duluan. Akan tetapi merupakan sebuah ekspresi kasih sayang sehingga saling memberikan kepuasan seksual diantara keduanya. Mulai dari sekarang, hindari sikap, perkataan yang merendahkan pasangan anda dalam berhubungan seks.

Rasulullah saw. Bersabda kepada para sahabat beliau, “Dalam persetubuhan yang kalian lakukan ada sedekah.” Para sahabat beliau terkejut lalu bertanya, “Bagaimana bisa salah seorang dari kami memuaskan hasratnya lalu ia dianggap bersedekah?” Rasulullah saw. Menjawab, “Bukankah jika ia melakukannya dalam situasi yang haram (bukan istrinya) maka ia berdosa? Maka jika ia melakukannya secara sah, terhitung baginya sedekah.”[1]

Persetubuhan dalam hadits tersebut tentunya persetubuhan yang baik, toleran, manusiawi, dan tidak melanggar aturan agama.

Alasan mengapa hubungan seks terhitung sedekah adalah sebagai berikut:

- hubungan seks tidak hanya sekedar aktivitas fisik dan pemuas nafsu belaka, tetapi juga ekspresi kasih sayang sehingga kedua pasangan saling memberikan kepuasan/kenikmatan.

- Hubungan seks harus toleran/tidak egois. Kedua pasangan tentunya perlu membicarakan mana yang ia rasa nyaman dan tidak nyaman. Islam mengajarkan agar tidak mencabut penis ketika telah ejakulasi hingga istri tidak merasakan orgasme.

- Hubungan seks adalah sesuatu yang sakral/suci. Melakukan seks demi mencapai keridhaan Allah.

Rasulullah saw. Bersabda, “Tiga hal terhitung sebagai kekurangan pada seorang laki-laki. Pertama, menemui seseorang yang ia ingin kenal, dan membiarkannya pergi sebelum mencari tahu namanya dan keluarganya. Kedua, menolak kemurahan hati seseorang kepadanya. Dan ketiga, menghampiri istrinya dan bersetubuh dengannya tanpa terlebih dahulu berbicara padanya dan meraih keintimannya, memuaskan kebutuhunnya dari istrinya sebelum istrinya memuaskan kebutuhannya darinya.” (H.R. Dailami).[2]

Hadits ini tentu benar adanya, suami terkadang egois. Ketika ia menginginkan untuk berhubungan seks, ia langsung ke penetrasi, dan setelah ejakulasi, ia langsung tidur. lebih-lebih suami menganggap istrinya frigid (dingin) dalam berhubungan seks, tidak merespon rangsangan-rangsangan dari suami. Padahal jika kita teliti dengan seksama, yang menyebabkan hal itu terjadi adalah suaminya sendiri yang tidak memberikan rangsangan seksual terlebih dahulu kepada istrinya. Istri seperti ruangan tertutup, untuk membuka gairah seksualnya perlu rangsangan yang baik seperti dengan mengeluarkan kata-kata mesra, gurauan, sentuhan-sentuhan, dan ciuman mesra.

Rasulullah saw. Bersabda, “Janganlah diantara kalian mendatangi istrinya seperti binatang. Adalah lebih patut baginya untuk mengirimkan pesan sebelum melakukannya”. “Apa yang dimaksud pesan itu wahai Rasulullah?” mereka bertanya. Beliau saw. Menjawab, “Ciuman dan kata-kata (rayuan).” (H.R. Dailami)[3].

Al Ghazali berkata, “Persetubuhan hendaknya dimulai dengan kata-kata yang lembut dan ciuman.” Al Zabidi menambahkan, “hal ini bukan hanya di pipi dan di bibir; ia (suami) hendaknya membelai payudara dan puting susu, serta setiap bagian tubuh istrinya.”[4]

Sumber bacaan: Hassan Hatout. Pendidikan seks islami. Penerjemah, Yudi. (Jakarta: Pustaka Zahra, 2005)

Rabu, 30 Desember 2009

dzikir

Dzikir atau mengucapkan kata-kata pujian yang mengingat kebesaran Allah SWT, adalah amalan istimewa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Dzikir merupakan media yang membuat kehidupan Nabi dan para sahabat benar-benar hidup.

Ibnu al-Qoyyim Rahimahullah mengatakan bahwa dzikir memiliki tujuh puluh tiga manfaat yaitu:

1. Mengusir setan dan menjadikannya kecewa.
2. Membuat Allah ridah.
3. Menghilangkan rasa sedih,dan gelisah dari hati manusia.
4. Membahagiakan dan melapangkan hati.
5. Menguatkan hati dan badan.
6. Menyinari wajah dan hati.
7. Membuka lahan rezeki.
8. Menghiasi orang yang berdzikir dengan pakaian kewibawaan, disenangi dan dicintai manusia.
9. Melahirkan kecintaan.
10. Mengangkat manusia ke maqam ihsan.
11. Melahirkan inabah, ingin kembali kepada Allah.
12. Orang yang berdzikir dekat dengan Allah.
13. Pembuka semua pintu ilmu.
14. Membantu seseorang merasakan kebesaran Allah.
15. Menjadikan seorang hamba disebut disisi Allah.
16. Menghidupkan hati.
17. Menjadi makanan hati dan ruh.
18. Membersihkan hati dari kotoran.
19. Membersihkan dosa.
20. Membuat jiwa dekat dengan Allah.
21. Menolong hamba saat kesepian.
22. Suara orang yang berdzikir dikenal di langit tertinggi.
23. Penyelamat dari azab Allah.
24. Menghadirkan ketenangan.
25. Menjaga lidah dari perkataan yang dilarang.
26. Majlis dzikir adalah majlis malaikat.
27. Mendapatkan berkah Allah dimana saja.
28. Tidak akan merugi dan menyesal di hari kiamat.
29. Berada dibawah naungan Allah dihari kiamat.
30. Mendapat pemberian yang paling berharga.
31. Dzikir adalah ibadah yang paling afdhal.
32. Dzikir adalah bunga dan pohon surga.
33. Mendapat kebaikan dan anugerah yang tak terhingga.
34. Tidak akan lalai terhadap diri dan Allah pun tidak melalaikannya.
35. Dalam dzikir tersimpan kenikmatan surga dunia.
36. Mendahului seorang hamba dalam segala situasi dan kondisi.
37. Dzikir adalah cahaya di dunia dan ahirat.
38. Dzikir sebagai pintu menuju Allah.
39. Dzikir merupakan sumber kekuatan qalbu dan kemuliaan jiwa.
40. Dzikir merupakan penyatu hati orang beriman dan pemecah hati musuh Allah.
41. Mendekatkan kepada ahirat dan menjauhkan dari dunia.
42. Menjadikan hati selalu terjaga.
43. Dzikir adalah pohon ma’rifat dan pola hidup orang shalih.
44. Pahala berdzikir sama dengan berinfak dan berjihad dijalan Allah.
45. Dzikir adalah pangkal kesyukuran.
46. Mendekatkan jiwa seorang hamba kepada Allah.
47. Melembutkan hati.
48. Menjadi obat hati.
49. Dzikir sebagai modal dasar untuk mencintai Allah.
50. Mendatangkan nikmat dan menolak bala.
51. Allah dan Malaikatnya mengucapkan shalawat kepada pedzikir.
52. Majlis dzikir adalah taman surga.
53. Allah membanggakan para pedzikir kepada para malaikat.
54. Orang yang berdzikir masuk surga dalam keadaan tersenyum.
55. Dzikir adalah tujuan prioritas dari kewajiban beribadah.
56. Semua kebaikan ada dalam dzikir.
57. Melanggengkan dzikir dapat mengganti ibadah tathawwu’.
58. Dzikir menolong untuk berbuat amal ketaatan.
59. Menghilangkan rasa berat dan mempermudah yang susah.
60. Menghilangkan rasa takut dan menimbulkan ketenangan jiwa.
61. Memberikan kekuatan jasad.
62. Menolak kefakiran.
63. Pedzikir merupakan orang yang pertama bertemu dengan Allah.
64. Pedzikir tidak akan dibangkitkan bersama para pendusta.
65. Dengan dzikir rumah-rumah surga dibangun, dan kebun-kebun surga ditanami tumbuhan dzikir.
66. Penghalang antara hamba dan jahannam.
67. Malaikat memintakan ampun bagi orang yang berdzikir.
68. Pegunungan dan hamparan bumi bergembira dengan adanya orang yang berdzikir.
69. Membersihkan sifat munafik.
70. Memberikan kenikmatan tak tertandingi.
71. Wajah pedzikir paling cerah didunia dan bersinar di ahirat.
72. Dzikir menambah saksi bagi seorang hamba di ahirat.
73. Memalingkan seseorang dari membincangkan kebathilan.

Sungguh luar biasa manfaatnya…. tetapi orang tidak akan yakin dengan manfaat-manfaat diatas kecuali yang telah merasakan dan menikmatinya….. Mari kita coba memulainya dari sekarang

Sumber : agissugiana.wordpress.com

Minggu, 29 November 2009

MUTIARA

“ Bahwa segenap persoalan hendaknya dihadapi dengan iman . Jangan menjatuhkan martabatmu sendiri karena gila harta , menyalahgunakan kekuasaan (tahta) dan tak dapat mengendalikkan nafsu, maka insya Allah (tentara indonesia ) pasti akan berhasil dengan gemilang menuanaikkan tugasnya”
( Panglima Besar , Jenderal Soedirman )


“ Obat yang paling mujarab adalah iman dan ibadah , kalau kita berdoa dan berdzikir dengan khusuk , pasti didengar ALLAH SWT.”
“Pemikiran yang mistik mencerminkan mentalitas jalan pintas – orang yang tidak mau bekerja keras, tidak mau berencana, dan hanya mengharapkan solusi dengan cara gaib. Mistik membuat orang malas , tidak ulet dan tidak bermental tangguh.”
( Presiden SBY )


THE MOST POWERFUL WORDS
IN CREATIVE THINKING
WHAT IF? WHY NOT? WHAT ELSE? WHAT MORE?

“ ALLAH memberi manusia dua telinga dan satu lidah supaya ia bisa mendengar dua kali lebih sering dari ia berbicara”
( King Faisal -Arab Saudi )

“ lebih baik kalah secara terhormat daripada menang dengan cara-cara kotor”
“ Biarlah rakyat yang menilai sendiri. Ingat : rakyat itu jauh lebih pintar dari yang disangka politisi . Mereka punya nalar, punya hati, dan jangan pernah meremehkan mereka”
( Presiden SBY )

Seorrang pemimpin bangsa mutlak harus mempunyai kepedulian intelektual / sifat ingin tahu. Kalau pemimpin tidak ada rasa ingin tahu, ia tidak akan peduli, ia tidak akan bertanya. Kalau ia tidak bertanya , ia tidak akan mendapat jawaban . kalau ia tidak mendapat jawaban , ia tidak ada solusi. Dan kalau ia tidak ada solusi ia bukan seorang pemimpin

Jumat, 04 September 2009

PUASA RAMADHAN

Assallamualaikum

" hai orang orang beriman diwajibkan kamu berpuasa seperti orang2 sebelum kamu agar bertakwa"
ini adalah perintah kepada setiap muslim untuk menjalankan ibadah puasa yg merupakkan salah satu dari 5 rukun Islam terdiri dari:
1.syahadat
2.sholat
3.puasa
4.zakat
5.haji

Puasa bersifat siri/ rahasia hanya ALLAH SWT dan kita yang tahu ,Marillah dibulan suci ramadhan ini kita perbanyak ibadah dengan ikhlas ,bekerja penuh semangat untuk diri sendiri keluarga masa depan anak cucu kita dan kemakmuran umat.

setelah perang badar dimana umat islam kuarang lebih jmlh 300 orang melawan ribuan orang2 kafir dimana ALLAH memberikkan kemenangan kepada umat islam ,ada hadist Rasullah " kita baru melalui jihad kecil dan akan menjalankan jihad yang lebih besar yaitu melawan hawa napsu diri sendiri "

bulan ini perbanyak sedekah " siapa yg bersedekah sebiji kurma dari usaha yg halal, karena ALLAH tdk menerima sedekah kecuali dari yg halal, maka sesunguhnya ALLAH akan menerimannya , lalu merawatnya untuk orang tersebut sebagaimana seseoarang diantara kalian merawat kuda sampai menjadi seperti gunung"

"Hai hamba-Ku, apabila kamu hidupkan malammu untuk-Ku dan kamu aktifkan siang harimu untuk menuntut ilmu-Ku,maka kamu termasuk salah seorang dari pembesar hamba-Ku.Barang siapa telah memelihara zikir-Ku karena kebiasaan dirinya,berarti dia telah membuat suatu perjanjian untuk keselamatan dirinya kepada-Ku".
(Hadits Qudsi)

"Sungguh,kadang-kadang terlintas dihatiku suatu persoalan yg sulit untuk aku pahami,maka aku beristighfar kepada Allah,sehingga dadaku menjadi lapang dan persoalan itu terpecahkan. Terkadang aku berada di pasar,Masjid,atau sekolah,hal itu tidak menghalangiku untuk mengucapkan istighfar,hingga aku memperoleh apa yg aku inginkan."
(Ibnu Taimiyyah)

Surah: Al-Fatihah (Pembukaan)

Kategori Surah: Makkiyah, Jumlah Ayat: 7 Ayat

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. [1]

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar-Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang ar-Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
2. Segala puji [2] bagi Allah, Tuhan semesta alam. [3]

[2] Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berarti: menyanjung-Nya karena perbuatan-Nya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap ni'mat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.

[3] Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. Lafadz "rabb" tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). 'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia,alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah pencipta semua alam-alam itu. الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ
4. Yang menguasai [4] di Hari Pembalasan [5]

[4] Maalik (Yang Menguasai) dengan memanjangkan "mim", yang berarti: pemilik. Dapat pula dibaca dengan (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.

[5] Yaumiddin (hari pembalasan): hari yang di waktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
5. Hanya Engkaulah yang kami sembah [6], dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. [7]

[6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

[7] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
6. Tunjukilah [8] kami jalan yang lurus,

[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata "hidayaat": memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik. اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ
7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. [9]

[9] Yang dimaksud dengan "mereka yang dimurkai" dan "mereka yang sesat" ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

Powered by Al-Qur'an for Joomla!

Kamis, 23 Juli 2009

Beriman

Assalamualaikum

Sebaik -baiknya umat adalah yang beriman kepada Allah dan Rosul Nya
Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan diberi ilmu dg beberapa derajat. (al Mujaadilah: 11).
Sungguh, hamba Allah yang paling takut kepada-Nya hanyalah ulama. (Faathir: 28). Beberapa ulama menafsirkan bhw "Ulama" di sini, adalah "para 'aalim, yang mengetahui. Mengetahui ttg apa? Tentang alam, tentang apa saja, yang bisa membawanya semakin tunduk dan takut kpd Allah. Nah, mereka ini, yang berilmu, diabadikan di al Qur'an. Dan masih banyak lagi di al Qur'an yang merupakan pemujian thd kaum berilmu: Al Qur'an adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-rang yang berilmu. (al 'Ankabuut: 49). Dan tiada yang dapat memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. (al 'Ankabuut: 43).
Dan apakah sama antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tdk mengetahui? Sungguh, hanya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (az Zumar: 9).
Sedikit ilmu lbh baik daripada banyak beribadah. (HR. Ath Thabrani). Keutamaan ilmu jauh lebih baik daripada keutamaan ibadah. (HR. At Thabrani). Iri hati sangatlah dilarang, kecuali pada 2 hal. Yaitu seseorang yang diberi kekayaan oleh Allah lalu dia habiskan untuk mempertahankan kebeneran dan beribadah; dan seseorang yang dikaruniai ilmu oleh Allah, lalu dia jadikan ilmu itu sebagai pedoman dan dia ajarkan kepada orang lain. (HR. Bukhari Muslim). Allah pasti memudahkan jalan menuju surga bagi orang-orang yang menuntut ilmu. Para malaikat menghamparkan sayapnya untuk penuntut ilmu krn ridha terhadap aktifitas yang dia lakukan. Semua makhluk yang ada di langit dan di bumi memintakan ampun untuk orang yang berilmu. Keutamaan orang alim dibanding ahli ibadah tanpa ilmu (masih tinggi yang ahli ibadah dan jg berilmu), seperti keutamaan bulan purnama di antara bintang-bintang. Ulama adalah pewaris para nabi. Nabi tdk mewariskan harta. Warisannya adalah ilmu. Orang yang beruntunglah yang brhsl mendapatkannya. (HR. Abu Daud)

Marillah kita tingkatkan keimanan kita dan terus menerus menuntut ilmu untuk dunia maupun akherat semoga Allah SWT selalu meridhoi kita AMIN